Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Dua Dosen IIM Surakarta Berkolaborasi dalam Talkshow & Bedah Buku “Menjadi Wanita Seutuhnya” Sekaligus Peluncuran KOMPAS INSPIRASI

SURAKARTA — Dua akademisi dari Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta menunjukkan sinergi dan kolaborasi nyata dalam gelaran acara Talkshow & Bedah Buku “Menjadi Wanita Seutuhnya” yang berlangsung sukses, hangat, dan penuh inspirasi. Agenda bertaraf komunitas ini menjadi ruang edukatif yang mempertemukan berbagai lintas generasi perempuan—mulai dari kalangan mahasiswa yang kritis dan visioner hingga para ibu rumah tangga yang sarat dengan pengalaman hidup—dalam satu panggung diskusi komunikasi Islam yang hidup, inklusif, serta aplikatif.

​Dua akademisi IIM Surakarta tersebut mengambil peran penting yang saling melengkapi. Izzun Khoirun Nissa, S.E., M.E.K., AWP, CSFE. bertindak sebagai Pemantik sekaligus Koordinator utama dari KOMPAS INSPIRASI (Komunitas Perempuan Cerdas, Inspiratif, Respiratif, dan Berliterasi). Sementara itu, Siti Zaida Hanum, M.Sos. hadir memperkuat jajaran narasumber sebagai Penulis 2 dari buku Menjadi Wanita Seutuhnya, mengulas bab karyanya bertajuk Perjalanan Menjadi Muslimah Berkarier, Mengabdi dalam Dakwah.

​Kolaborasi Spesial Akademisi dan Kreator Konten: Hadirkan Wadah KOMPAS INSPIRASI
​Dalam panggung diskusi ini, gagasan akademis berkolaborasi harmonis dengan perspektif praktis parenting. Hadir pula ibu rumah tangga sekaligus konten kreator pemilik akun TikTok @inisekolahibu, Tivana Fachrian, S.Hum., yang bertindak sebagai Penulis 1 buku Menjadi Wanita Seutuhnya. Tivana membedah bab karyanya yang bertajuk Perjalanan Menjadi Figur Ibu Resilien Tanpa Warisan Luka dan Trauma.

​Sinergi ketiganya tidak hanya berhenti pada pembahasan isi buku, melainkan juga meresmikan secara resmi hadirnya KOMPAS INSPIRASI sebagai wadah bertumbuh bagi perempuan di era modern. Dalam momen peresmian tersebut, Ibu Izzun Khoirun Nissa membacakan sambutan yang menegaskan pentingnya penguatan literasi dan pemberdayaan perempuan secara holistik:

​”Ibu-ibu dan teman-teman sekalian, kalau kita bicara soal perempuan, peran kita tentu sangat besar. Kita bukan sekadar penonton, tapi fondasi utama peradaban dan penentu arah generasi masa depan. Tapi kita juga tahu, di era modern sekarang ini, tantangan perempuan itu tidak mudah. Kita dituntut untuk tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga berdaya secara emosional dan finansial, serta punya minat literasi yang kuat.”

​”Dari sinilah kita menyadari, kita butuh ruang yang suportif untuk bisa terus bertumbuh bersama. Berangkat dari semangat untuk merangkul potensi besar perempuan yang aktif dan dinamis, hari ini kita bersama-sama menghadirkan sebuah wadah baru.”

​Antusiasme Tinggi, Acara Ramah Anak, dan Penawaran Buku Spesial
​Kemeriahan agenda kolaboratif ini tercermin dari tingginya daya tarik masyarakat, terbukti dengan terdaftarnya 93 peserta. Lebih dari sekadar acara bincang-bincang biasa, panitia juga berkomitmen menciptakan suasana inklusif dengan menghadirkan fasilitas yang sepenuhnya gratis, tanpa batasan usia maupun kalangan, dan juga ramah anak. Sebanyak 4 anak turut serta mendampingi ibunya menikmati jalannya acara dengan nyaman.

​”Acara ini ramah anak, kami perkenankan bagi peserta untuk membawa putra-putrinya. Untuk yang membawa putra-putrinya, kami sediakan ada boneka anjing kecil supaya mereka terhibur di saat menemani ibunya mengikuti acara sampai selesai,” terang Tivana Fachrian selaku Penulis 1.
​Tak hanya itu, para peserta yang hadir juga mendapatkan keistimewaan berupa kesempatan membeli buku Menjadi Wanita Seutuhnya dengan harga khusus. Momen ini dimanfaatkan peserta untuk berinteraksi lebih dekat dan mendapatkan tanda tangan langsung dari para penulis di lokasi acara.

​Dukungan Volunteer Mahasiswa dan Tim Media Laboratorium
​Keberhasilan dan kelancaran rangkaian acara ini tidak lepas dari peran balik layar para panitia yang solid. Sebanyak 15 panitia yang hadir sebagai volunteer—yang beberapa di antaranya merupakan mahasiswa IIM Surakarta—tampak sigap mengawal jalannya acara dari awal hingga akhir.

​Selain itu, dukungan penuh juga datang dari Tim Media Laboratorium yang turut serta mensukseskan agenda ini. Lewat kerja profesional mereka, seluruh momen berharga, diskusi hangat, hingga ekspresi antusias peserta berhasil diabadikan dalam bentuk dokumentasi foto dan video yang berkualitas.

​Ruang Diskusi Lintas Generasi yang Kaya Makna
​Keberadaan dua dosen IIM Surakarta ini tidak hanya memberikan wawasan akademis, tetapi juga menghidupkan suasana interaktif antara audiens. Sebagai penutup rangkaian acara, Siti Zaida Hanum, M.Sos. menyampaikan apresiasi mendalam atas semangat belajar para peserta yang begitu cair tanpa sekat usia. Menurut dosen Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) ini, forum ini menjadi bukti nyata kekuatan dakwah dan komunikasi Islam di tengah masyarakat.
​”Sebagai narasumber sekaligus dosen KPI, melihat antusiasme yang begitu luar biasa dari seluruh audiens hari ini memberikan kesan mendalam bagi saya. Talk show bedah buku Menjadi Wanita Seutuhnya ini terasa sangat istimewa karena mempertemukan perempuan dari berbagai generasi mulai dari kalangan mahasiswa yang visioner hingga ibu-ibu yang luar biasa. Meskipun berbeda usia dan latar belakang, semangat belajar mereka menyatu tanpa sekat,” pungkas Siti Zaida Hanum.

​”Melihat bagaimana para mahasiswa menyimak dengan kritis, sementara ibu-ibu merespons dengan kebijaksanaan hidup mereka, menciptakan ruang diskusi komunikasi Islam yang sangat kaya dan hidup. Kehadiran dan keaktifan perempuan-perempuan hebat dari semua kalangan ini adalah bukti nyata bahwa semangat untuk terus belajar dan mensyiarkan kebaikan tidak pernah mengenal batas usia.”

Berita ini telah terbit di:

Tribunnews.com

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top