Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Dosen Ekonomi Syariah IIM Surakarta Menjadi Visiting Lecturer di FEBI UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung

Tulungagung , 09 September 2026 – Dosen Program Studi Ekonomi Syariah, Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam (FSEI) Institut Islam Mamba’ul Ulum (IIM) Surakarta, Izzun Khoirun Nissa, SE., MEK., AWP., CSFE, berkesempatan menjadi Visiting Lecturer di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung. Kegiatan akademik tersebut mengangkat tema “Green Economy: Integrating Sustainability, Islamic Values, and Economic Transformation.”

Kegiatan visiting lecture ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring akademik dan kolaborasi antar perguruan tinggi, khususnya dalam pengembangan kajian ekonomi syariah yang responsif terhadap berbagai tantangan ekonomi dan lingkungan di era keberlanjutan.
Dalam pemaparannya, Izzun Khoirun Nissa menjelaskan bahwa green economy merupakan pendekatan pembangunan ekonomi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan dan keuntungan, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan, efisiensi penggunaan sumber daya, keadilan sosial, serta kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Menurutnya, konsep green economy memiliki keterkaitan yang kuat dengan prinsip-prinsip dalam ekonomi Islam. Islam tidak memandang aktivitas ekonomi semata-mata sebagai upaya memperoleh keuntungan material, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab manusia sebagai khalifah fil ardh untuk menjaga keseimbangan kehidupan dan kelestarian lingkungan.

“Ekonomi Islam memiliki landasan etis yang sangat relevan dengan agenda green economy. Konsep maslahah, keadilan, keseimbangan, amanah, dan larangan melakukan kerusakan (fasad) dapat menjadi fondasi penting dalam membangun sistem ekonomi yang lebih berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa integrasi antara ekonomi syariah dan green economy dapat diwujudkan melalui berbagai instrumen keuangan dan aktivitas ekonomi, seperti green sukuk, green financing, sustainable investment, wakaf produktif untuk lingkungan, serta pembiayaan proyek-proyek energi terbarukan.

Pembahasan juga diarahkan pada pentingnya peran generasi muda dan mahasiswa ekonomi syariah dalam menghadapi transformasi ekonomi menuju sistem yang lebih berkelanjutan. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori ekonomi dan keuangan syariah, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi persoalan lingkungan dan merancang solusi ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan sumber daya alam.

Dalam perspektif maqasid al-shariah, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan juga dapat ditempatkan dalam kerangka perlindungan kemaslahatan manusia dan lingkungan. Prinsip perlindungan harta (hifz al-mal) tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab dalam mengelola sumber daya secara produktif, adil, dan berkelanjutan. Demikian pula, perlindungan jiwa (hifz al-nafs) dan keberlangsungan generasi mendatang memiliki keterkaitan dengan upaya menjaga kualitas lingkungan hidup.

Visiting lecture tersebut berlangsung dalam suasana akademik yang interaktif. Para mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi mengenai berbagai isu aktual, mulai dari perubahan iklim, pembiayaan hijau, investasi berkelanjutan, ekonomi sirkular, hingga peluang pengembangan instrumen keuangan syariah dalam mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang pertukaran gagasan antara akademisi dan mahasiswa dalam mengembangkan perspektif baru mengenai ekonomi syariah. Green economy tidak hanya dipandang sebagai agenda lingkungan, tetapi sebagai paradigma pembangunan yang membutuhkan perubahan dalam pola produksi, konsumsi, investasi, dan pembiayaan.


Izzun Khoirun Nissa berharap kegiatan visiting lecture dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus membuka peluang kolaborasi akademik yang lebih luas antara IIM Surakarta dan UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, publikasi ilmiah, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kolaborasi antar perguruan tinggi sangat penting untuk menghasilkan gagasan dan riset yang mampu menjawab tantangan pembangunan berkelanjutan. Ekonomi syariah memiliki peluang besar untuk berkontribusi dalam membangun ekonomi yang tidak hanya produktif, tetapi juga adil, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Kegiatan visiting lecturer ini diharapkan dapat menjadi bagian dari penguatan academic networking dan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, sekaligus memperkuat kontribusi perguruan tinggi Islam dalam mendorong pengembangan green economy dan sustainable development di Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top