Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

IIM Surakarta Gelar Bedah Buku Hibah Litapdimas, Kupas Transformasi Supervisi Pendidikan Agama Islam di Era Digital

SURAKARTA – Paradigma supervisi Pendidikan Agama Islam (PAI) perlu mengalami perubahan. Supervisi tidak lagi cukup dipahami sebagai kegiatan pemeriksaan administrasi dan pengawasan kinerja guru, tetapi harus menjadi instrumen pembinaan profesionalitas sekaligus penguatan nilai-nilai spiritual dalam pendidikan. Gagasan tersebut mengemuka dalam kegiatan Bedah Buku Hibah Litapdimas yang diselenggarakan Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta, Rabu (4/11/2026), di Aula IIM Surakarta.

Forum akademik yang mengangkat buku Supervisi Pendidikan Agama Islam karya Ngatmin Abbas, M.Pd., ini menghadirkan Prof. Dr. Moh. Abdul Kholiq Hasan, Lc., M.A., M.Ed., Guru Besar bidang Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir UIN Raden Mas Said Surakarta, sebagai pembedah.

Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog ilmiah untuk mengkaji kembali konsep, praktik, dan arah pengembangan supervisi pendidikan Islam di tengah perubahan dunia pendidikan yang semakin dinamis.

Dalam sambutannya, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IIM Surakarta, Drs. Arif Effendi, M.H., yang mewakili Rektor IIM Surakarta, menyampaikan apresiasi atas lahirnya karya akademik melalui program Hibah Litapdimas 2026. Menurutnya, penerbitan buku harus menjadi awal dari proses pengembangan ilmu pengetahuan melalui diskusi dan penyebarluasan gagasan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap hasil penelitian dan karya akademik yang dihasilkan melalui Hibah Litapdimas tidak berhenti pada penerbitan buku, tetapi dapat didiseminasikan, dikritisi, dan dikembangkan menjadi referensi bagi akademisi, mahasiswa, praktisi pendidikan, kepala madrasah, serta pengawas pendidikan,” ungkapnya.

Dalam pemaparan buku, Ngatmin Abbas, M.Pd., menjelaskan bahwa supervisi Pendidikan Agama Islam membutuhkan pendekatan yang lebih komprehensif. Menurutnya, supervisi tidak semestinya hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen administrasi pembelajaran, tetapi harus mampu mendorong peningkatan kualitas guru secara menyeluruh.

“Dalam buku ini, pembahasan diarahkan pada transformasi paradigma supervisi pendidikan agama Islam, dari pendekatan pengawasan konvensional menuju supervisi yang lebih humanis, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman,” jelasnya.

Gagasan tersebut menempatkan guru bukan semata-mata sebagai objek pengawasan, melainkan sebagai mitra yang perlu didampingi, dikembangkan, dan diberdayakan. Dengan demikian, supervisi menjadi bagian dari proses peningkatan kualitas pembelajaran sekaligus pembentukan karakter dan tanggung jawab spiritual pendidik.

Dalam telaah akademiknya, Prof. Dr. Moh. Abdul Kholiq Hasan, Lc., M.A., M.Ed., memberikan perspektif kritis dengan menghubungkan landasan keilmuan Al-Qur’an dan Tafsir dengan konsep supervisi pendidikan modern.

Salah satu poin penting yang menjadi perhatian adalah perlunya mengintegrasikan dimensi pedagogis-administratif dengan dimensi spiritual-teologis. Menurut perspektif yang dikembangkan dalam telaah tersebut, keberhasilan supervisi PAI tidak cukup diukur melalui ketercapaian standar administrasi dan kompetensi mengajar, tetapi juga perlu memperhatikan internalisasi nilai keislaman, akhlak, dan tanggung jawab seorang pendidik.

Selain itu, perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) turut menjadi perhatian dalam pembahasan. Pemanfaatan teknologi dipandang memiliki peluang untuk mendukung analisis data evaluasi, pemetaan kompetensi guru, identifikasi kesenjangan pembelajaran, serta penyusunan rekomendasi pengembangan profesionalitas pendidik.

Namun, transformasi tersebut tidak dapat dilakukan tanpa mempertimbangkan kesiapan lembaga pendidikan. Kesenjangan infrastruktur digital, kemampuan sumber daya manusia, serta karakteristik masing-masing lembaga pendidikan menjadi tantangan yang perlu diperhatikan.

Telaah kritis juga memberikan sejumlah catatan pengembangan terhadap buku, khususnya mengenai penguatan bukti empiris, pendalaman konteks multikultural, dan penyusunan instrumen supervisi yang lebih operasional. Dengan demikian, gagasan konseptual yang ditawarkan dapat semakin kuat dan relevan ketika diterapkan dalam praktik pendidikan.

Suasana bedah buku semakin dinamis ketika memasuki sesi diskusi dan tanya jawab yang dipandu oleh Rochmawati Solikhah Sukemi, S.H.I., S.H., S.Pd.I, M.Pd. Ia merupakan penyiar MTA TV dan Persada FM sekaligus dosen Pendidikan Agama Islam IIM Surakarta.

Dalam sesi tersebut, moderator membuka ruang dialog bagi peserta untuk menyampaikan pertanyaan, tanggapan, dan pandangan kritis mengenai implementasi supervisi PAI di berbagai lembaga pendidikan. Diskusi menjadi sarana mempertemukan gagasan akademik dengan realitas pelaksanaan supervisi di lapangan.

Melalui kegiatan ini, bedah buku tidak hanya menjadi forum apresiasi terhadap karya penulis, tetapi juga ruang evaluasi dan pengembangan pemikiran mengenai masa depan supervisi pendidikan Islam.

Kegiatan Bedah Buku Hibah Litapdimas ini memberikan pesan penting bahwa kemajuan pendidikan Islam membutuhkan keseimbangan antara penguasaan ilmu pengetahuan, profesionalitas pendidik, penguatan nilai spiritual, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Supervisi PAI pada akhirnya harus mampu menghadirkan perubahan nyata dalam proses pendidikan. Bukan sekadar memastikan guru menjalankan tugas mengajar sesuai prosedur, melainkan memastikan nilai-nilai keislaman benar-benar tumbuh dan hadir dalam kehidupan pembelajaran.

Melalui diseminasi karya ilmiah semacam ini, IIM Surakarta terus mendorong penguatan budaya akademik, peningkatan kualitas publikasi ilmiah, dan pengembangan keilmuan yang memberikan kontribusi bagi kemajuan pendidikan Islam.

IIM Surakarta – Mengembangkan Keilmuan, Menguatkan Peradaban.

Dilansir dari : https://wartabengawan.id/pendidikan-dan-religi/iim-surakarta-gelar-bedah-buku-hibah-litapdimas-kupas-transformasi-supervisi-pendidikan-agama-islam-di-era-digital/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top