
Temanggung, 19 Januari 2026 – Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) internasional dan nasional sebagai upaya penguatan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Kegiatan ini berlangsung pada Senin, 19 Januari 2026, bertempat di kampus Institut Islam Nahdlatul Ulama (INISNU) Temanggung selaku tuan rumah.
Kerja sama internasional dilakukan bersama Global Interfaith University, Amerika Serikat, serta delapan perguruan tinggi mitra nasional. Penandatanganan MoU dan MoA ini difokuskan pada penguatan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mencakup bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kolaborasi ini, diharapkan terjadi peningkatan kualitas akademik, pengembangan riset kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi global dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Rektor IIM Surakarta, Edy Muslimin, menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam memperluas jejaring akademik internasional sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam menjawab tantangan global.
Kolaborasi dengan Global Interfaith University dinilai mampu menghadirkan perspektif internasional dan lintas iman dalam pengembangan pendidikan tinggi yang berlandaskan nilai keilmuan, etika, dan kemanusiaan.
Kegiatan ini turut dihadiri pimpinan perguruan tinggi mitra nasional, yakni STAI Walisembilan, UNDARIS Semarang, STIK Kendal, STIT Madani Yogyakarta, UNUGHA Cilacap, STAI Brebes, serta Akper Al-Kautsar Temanggung. Kehadiran para pimpinan dan akademisi tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun sinergi kelembagaan demi peningkatan mutu pendidikan tinggi.
Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik IIM Surakarta, Joko Subando, menyampaikan bahwa penandatanganan MoU dan MoA ini diharapkan mampu melahirkan kerja sama yang berkelanjutan dan produktif, baik dalam pengembangan program akademik, penelitian kolaboratif, maupun pengabdian kepada masyarakat yang berdampak nyata.
Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi IIM Surakarta dan seluruh mitra untuk memperkuat peran strategis perguruan tinggi sebagai agen transformasi sosial di tingkat nasional dan internasional.
Sinergi yang terbangun diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, tetapi juga memperluas jejaring akademik serta mendorong lahirnya inovasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang adaptif terhadap dinamika global dan kebutuhan masyarakat berkelanjutan.
Artikel ini telah terbit wartabengawan.id