
Surakarta, 20 Mei 2026 – Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Institut Islam Mamba’ul Ulum Surakarta sukses menyelenggarakan kegiatan akademik bertajuk Guest Lecture (Kuliah Tamu) secara daring. Acara ilmiah yang mengangkat tema utama “Memahami Perkembangan dan Kebutuhan ABK dalam Pembelajaran” ini berhasil menarik antusiasme tinggi dengan dihadiri oleh sebanyak 185 mahasiswa.
Agenda besar ini dilaksanakan untuk merespons pentingnya pemahaman komprehensif bagi calon pendidik maupun praktisi pendidikan dalam mendampingi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Terlebih di era pendidikan inklusif saat ini, ketajaman analisis pendidik terhadap keunikan perkembangan dan kebutuhan spesifik setiap anak menjadi kunci utama keberhasilan transfer ilmu di ruang kelas.
Guna membedah topik krusial tersebut dari berbagai sudut pandang keilmuan, pihak panitia menghadirkan tiga pakar psikologi terkemuka sekaligus sebagai narasumber utama. Pemateri pertama adalah Muhammad Machbub Aozai, S. Psi., M. Psi., Psikolog selaku perwakilan dosen dan praktisi ahli dari Institut Islam Mamba’ul Ulum Surakarta. Pemateri kedua, Safiruddin Al Baqi, S. Psi., M. A., mengulas materi dari perspektif akademisi Universitas Islam Negeri Ponorogo. Sementara itu, perspektif regional yang kaya disampaikan oleh pemateri ketiga, Dr. Alucyana, S. Psi., M. Psi., Psikolog yang membagikan kepakarannya langsung dari Universitas Islam Riau.
Mengingat jangkauan narasumber dan peserta yang mencakup berbagai wilayah, seminar ini diselenggarakan memanfaatkan media pertemuan virtual zoom. Selama jalannya acara, interaksi antara pemateri dan para mahasiswa peserta berlangsung sangat dinamis. Setelah sesi pemaparan materi dari ketiga narasumber rampung, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi kelompok dan tanya jawab interaktif dan menarik sekali. Melalui kuliah tamu ini, diharapkan seluruh peserta yang hadir mendapatkan bekal teoretis dan praktis yang matang, sehingga nantinya dapat mengaplikasikan metode pembelajaran adaptif yang ramah dan tepat sasaran bagi masa depan Anak Berkebutuhan Khusus di Indonesia.