
Surakarta, 9 Januari 2026 – Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta sukses menyelenggarakan Workshop Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) di Ruang Pascasarjana Gedung A Katidjo WS, Kampus IIM Surakarta, Kamis, 8/1/2026.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan akademik sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat.
Workshop dibuka secara resmi oleh Rektor IIM Surakarta, Dr. Edy Muslimin, S.Ag., M.SI.
Dalam sambutannya, Rektor menegaskan pentingnya implementasi RPL sebagai bagian dari transformasi pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan relevan dengan kebutuhan zaman.
“Rekognisi Pembelajaran Lampau merupakan instrumen penting untuk mengakui pengalaman belajar mahasiswa, baik yang diperoleh melalui jalur formal maupun nonformal. Dengan demikian, proses pendidikan menjadi lebih adil, inklusif, dan kontekstual,” ungkapnya.
Sebagai narasumber utama, hadir Wildan Isna Asyhar, S.Pd.I., M.Pd. dari Universitas Islam Kadiri. Ia menyampaikan materi komprehensif mengenai konsep, regulasi, serta praktik terbaik pelaksanaan RPL di perguruan tinggi. Dalam paparannya, Wildan menjelaskan mekanisme penyetaraan capaian pembelajaran, sistem asesmen, hingga strategi implementasi RPL yang efektif dan akuntabel.
Menurutnya, RPL merupakan inovasi strategis dalam sistem pendidikan tinggi yang bertujuan memberikan pengakuan atas pengalaman belajar masyarakat secara adil dan terukur.
“RPL bukan sekadar pengakuan atas pengalaman kerja, tetapi juga bentuk penghargaan terhadap proses belajar sepanjang hayat. Karena itu, perguruan tinggi harus mampu menyusun sistem asesmen yang objektif, transparan, dan selaras dengan capaian pembelajaran,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa implementasi RPL yang baik akan membuka akses pendidikan yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat yang memiliki pengalaman profesional, keagamaan, maupun sosial, namun belum memiliki ijazah formal yang setara.
“Melalui RPL, kampus dapat menjadi ruang yang inklusif bagi semua kalangan untuk melanjutkan pendidikan tinggi tanpa mengesampingkan kualitas akademik,” tambahnya.
Workshop ini diikuti oleh pimpinan fakultas, dosen, serta tenaga kependidikan di lingkungan IIM Surakarta. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab, terutama terkait peluang pengembangan program RPL sebagai alternatif jalur penerimaan mahasiswa baru.
Melalui kegiatan ini, IIM Surakarta semakin menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi Islam yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap kebijakan pendidikan nasional serta kebutuhan masyarakat.
Artikel ini telah terbit wartabengawan.id