
Wonogiri, 7 Januari 2026 – Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta secara resmi menyerahkan 206 mahasiswa untuk melaksanakan Praktik Kerja Nyata (KKN) di Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri.
Kegiatan ini merupakan wujud pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Prosesi penyerahan mahasiswa KKN dihadiri unsur pimpinan IIM Surakarta, dosen pembimbing lapangan, serta Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkompinca) Selogiri. Sebanyak 206 mahasiswa tersebut akan melaksanakan program KKN di 10 desa dan 1 kelurahan dengan fokus pada bidang pendidikan, ekonomi, sosial keagamaan, hukum pemerintahan, serta pengembangan potensi lokal.
Ketua Panitia KKN, Drs. Arief Effendi, M.H., dalam sambutannya menyampaikan bahwa KKN menjadi sarana strategis bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan pengetahuan akademik dengan realitas sosial di masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menumbuhkan kepedulian, tanggung jawab sosial, serta keterampilan kolaboratif dalam mendukung pembangunan desa yang berorientasi pada keberlanjutan.
Sementara itu, Rektor IIM Surakarta, Dr. Edy Muslimin, S.Ag., M.Si., menjelaskan bahwa KKN tahun ini mengusung tema Ecoteologi. Tema tersebut menegaskan bahwa relasi manusia dengan alam tidak terpisahkan dari nilai-nilai ketuhanan.
Dalam perspektif Islam, manusia sebagai khalifah fil ardh memiliki amanah untuk menjaga dan melestarikan lingkungan sebagai bentuk tanggung jawab spiritual.
Melalui tema tersebut, mahasiswa diharapkan mampu merancang program KKN yang berorientasi pada kepedulian lingkungan, peningkatan kesadaran ekologis masyarakat, serta pemanfaatan sumber daya alam secara bijak dan berkelanjutan. Edukasi tentang kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah, konservasi air, dan penghijauan dipandang sebagai bagian dari ibadah sosial yang bernilai kebaikan.
Camat Selogiri, Fredy Sasono, A.P., M.M., menyambut baik kehadiran mahasiswa KKN IIM Surakarta. Ia berharap program-program yang dilaksanakan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat desa. Mahasiswa juga diimbau untuk menjaga semangat gotong royong, berbaur dengan masyarakat, serta aktif berkoordinasi dengan pemerintah desa selama pelaksanaan KKN.
Kegiatan KKN ini dijadwalkan berlangsung mulai 7 Januari hingga 11 Februari 2026 sesuai ketentuan akademik. Selama kegiatan, mahasiswa akan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan guna memastikan program berjalan secara terarah, sistematis, dan berkelanjutan.
Melalui program ini, IIM Surakarta menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi Islam dalam berperan aktif mendukung pembangunan masyarakat melalui pengabdian yang berbasis keilmuan serta nilai-nilai keislaman.
Artikel ini telah terbit wartabengawan.id