Institut Islam Mamba'ul 'Ulum Surakarta

Surakarta, 10 Oktober 2025 –  Institut Islam Mambaul Ulum (IIM) Surakarta menyelenggarakan Seminar Nasional dan Kuliah Umum bertajuk “Mahasiswa Sebagai Social Agent Jaminan Kesehatan Nasional” pada Jumat, 10 Oktober 2025, bertempat di Gedung Dakwah KH. Hasyim Kholil, Jalan Ring Road, Mojosongo, Kecamatan Jebres, Kota Surakarta, Jawa Tengah.
Kegiatan ini bertujuan mendorong peran mahasiswa sebagai agen sosial dalam mendukung keberhasilan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Acara tersebut dihadiri oleh Rektor IIM Surakarta, Dr. Edy Muslimin, S.Ag., M.Si, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prof. Dr. Ali Gufron Mukti, M.Sc., Ph.D, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surakarta, dr. Retno Erawati Wulandari, serta para dosen dan tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ali Gufron Mukti menekankan pentingnya peran mahasiswa dalam menyebarluaskan informasi mengenai JKN kepada masyarakat luas. Menurutnya, masih banyak masyarakat yang belum memahami secara komprehensif manfaat program tersebut.

Ia menjelaskan bahwa JKN memberikan akses terhadap layanan kesehatan yang menyeluruh, meliputi aspek promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif. Selain itu, JKN berfungsi sebagai instrumen perlindungan sosial untuk mencegah beban finansial akibat biaya kesehatan yang tinggi, sekaligus mewujudkan prinsip keadilan sosial melalui sistem gotong royong—di mana yang sehat membantu yang sakit, dan yang mampu membantu yang lemah.

Program JKN juga mempermudah masyarakat dalam memperoleh berbagai layanan kesehatan, mulai dari pemeriksaan umum, pelayanan spesialis, rawat inap, pengadaan obat-obatan, hingga tindakan medis. Kemudahan tersebut turut diperkuat dengan hadirnya aplikasi Mobile JKN, yang memfasilitasi akses layanan secara digital.

“Sebelum BPJS berdiri pada tahun 2014, masyarakat miskin seringkali kesulitan mendapatkan layanan kesehatan. Kini, dengan menjadi peserta aktif, mereka dapat memperoleh layanan tanpa biaya. Ini merupakan transformasi besar dalam sistem kesehatan nasional. Bahkan, JKN Indonesia masuk nominasi Nobel dan menjadi rujukan bagi banyak negara dalam penerapan sistem kendali biaya dan mutu,” ujar Prof. Ali Gufron.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa berbagai universitas terkemuka, baik di dalam maupun luar negeri, mulai menaruh perhatian terhadap sistem JKN Indonesia. Oleh karena itu, mahasiswa perlu menjadi ujung tombak dalam mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya program tersebut.

“Menjadi social agent itu penting. Mahasiswa harus mampu menjelaskan dan mengenalkan JKN kepada masyarakat, karena tidak semua orang memahami bahwa Indonesia memiliki sistem kesehatan yang luar biasa,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor IIM Surakarta, Dr. Edy Muslimin, S.Ag., M.Si, menegaskan pentingnya internalisasi nilai-nilai keagamaan dalam aktivitas sosial mahasiswa. Ia mendorong mahasiswa untuk mempraktikkan teologi Al-Maun dan teologi Al-Maidah sebagai dasar etika sosial dan kepedulian terhadap sesama.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami ayat-ayat Al-Qur’an secara teoritis, tetapi juga harus mengimplementasikannya dalam tindakan nyata, termasuk dalam mendukung program sosial seperti BPJS,” ungkap Rektor.

Beliau juga menambahkan bahwa dukungan terhadap program JKN merupakan wujud nyata nilai tolong-menolong yang diajarkan dalam Islam. Sebagai bentuk komitmen, kampus IIM Surakarta siap berkontribusi dalam program kesehatan nasional, di antaranya melalui penggalangan dana untuk pengadaan ambulans guna membantu masyarakat secara langsung.

Scroll to Top